Aladdin dan Lampu Ajaib
Aladdin dan Lampu Ajaib

Cerita Dongeng Aladdin dan Lampu Ajaib Bahasa Indonesia Full Lengkap

Diposting pada

Siapa sih yang tidak mengenal sosok Aladdin dan Lampu Ajaib? Mungkin kalian sudah mengetahuinya. Tapi apa kalian tau cerita dongeng Aladdin secara lengkap? Berikut ini kisah cerita selanjutnya..

Aladdin merupakan film animasi yang diproduksi oleh Walt Disney Feature Animation kemudian dirilis oleh Walt Disney Pictures pada tanggal 25 November 1992.

Merupakan cerita dongeng legenda yang masih diceritakan kepada anak-anak karena kisahnya yang unik dan menarik. Langsung saja, inilah ceritanya.

Dongeng Aladdin dan Lampu Ajaib Bahasa Indonesia

Dongeng bahasa Indonesia Aladin dan Lampu Ajaib. Pada suatu ketika di padang pasir Arab ada sebuah kerajaan. Di sana hidup seorang penjahit miskin yang mempunyai anak bernama Aladin.

Dia senang bermain di pasar bersama hewan peliharaannya Abu (si kera). Sayangnya saat dia berumur 6 tahun ayahnya meninggal dunia. 

Cerita Aladdin dan Lampu Ajaib

Aladdin: “Ibu aku akan bekerja di toko dan mengumpulkan uang, jangan khawatir ya Bu.”

Lalu Aladdin mulai bekerja di toko ayahnya. Suatu hari orang asing datang ke toko.

Penyihir di Cerita Aladdin

Penyihir: “Halo Aladin, aku mendengar tentang kematian ayahmu. Aku sedang berada di luar kota saat itu.”

Aladdin: “Aku belum pernah bertemu denganmu sebelumnya. Siapa kau?”

Penyihir: “Aku pamanmu. Aku tinggal di luar negeri selama beberapa tahun.(mengaku Pamannya Aladin)”

Aladdin: “Oh paman. Aku mendengar tentang mu dari Ayahku. 

Penyihir: “Aku datang ke sini untuk menunjukkan sebuah tempat rahasia harta karun tersembunyi. Ikut denganku. Ayolah…”

Aladdin: “Harta karun? Oke.. Ayo pergi.”

Aladin duduk diatas untanya dan mereka pergi untuk perjalanan mereka. Mereka berjalan selama beberapa hari di padang pasir. Akhirnya mereka sampai di 2 Gunung yang dipisahkan oleh ngarai yang sempit.

Kisah Aladdin

Penyihir: “Kita sudah sampai. Cari batang kayu untuk menyalakan api.”

Saat api sudah menyala, dia menaburkan bubuk dalam api itu dan mulai membaca kata-kata ajaib. Tanah bergetar dan terbelah dua, dari bawah tanah muncullah batu marmer dengan cincin di atasnya.

Aladdin: “Apa yang terjadi paman? Aku takut…”

Penyihir: “Jangan takut. Lakukan yang kukatakan. Di atas batu itu ada harta karun yang akan menjadi milikmu. Jadi kau harus lakukan yang kukatakan, pertama kau ambillah cincin ini.” 

Aladin mengambil cincin itu dan di bawah batu itu ada tangga yang menuju ke bawah. Di ujung tangga itu akan menemukan kebun pohon pohon buah.

Penyihir: “Pergilah menuju ke sana tanpa menyentuh apapun atau kau akan mati dengan segera. Teruslah berjalan sampai kau tiba di mana ada sebuah lampu terang. Bbuang minyak yang ada di dalamnya dan bawa kesini. Cincin ini akan melindungimu dari bahaya.”

Aladdin menuruni tangga dengan hati-hati tanpa menyentuh dinding emas. Di bawah tangga ada kebun pohon buah. 

Dongeng Aladdin dan lampu Ajaib Bahasa Indonesia
Dongeng Aladdin dan lampu Ajaib Bahasa Indonesia

Aladdin merasa lapar, dia tidak bisa menahan dirinya untuk memetik buah. Saat setelah dia memetik apel, apel itu berubah menjadi batu ruby. Dia memetik anggur lalu berubah menjadi permata.

Aladin mengambil sebanyak yang dia bisa selama perjalanan. Lalu dia melihat lampu yang menyala, dia membuang minyak di dalamnya dan mengisi dengan buah-buahan. Aladin kembali ke tangga di mana pamannya sedang menunggunya. 

Penyihir: “Berikan lampunya padaku!” 

Aladdin: “Tanganku penuh.. bantu aku disini Paman.”

Penyihir: “Berikan aku lampu itu atau kau disini selamanya.”

Dalam kemarahannya sang penyihir berkuman sihir ajaib dan pintu-pintu tertutup terkunci di dalam gua. 

Aladdin: “Paman…Paman… biarkan aku keluar paman..Aku seharusnya tidak mempercayai pria itu.”

Aladin menangis dan menangis untuk beberapa hari menunggu seseorang untuk menolongnya, tapi tidak ada yang datang.

Aladin: “Seseorang tolong keluarkan aku dari sini.. Ku mohon..”

Saat ia memohon, Aladin menyentuh cincin dengan jarinya. Dia terkejut, dia langsung berada di rumahnya.

Awal Mula Muncul Jin Lampu Ajaib

Aladdin dan Jin Lampu Ajaib
Aladdin dan Jin Lampu Ajaib

Sesampainya dirumah, sang Ibu menangis karena kehilangan Aladin selama beberapa hari. Waktu itu sang Ibu tidak sengaja menggosok lampu ajaib itu dan secara tiba-tiba muncul sesosok jin.

Jin lampu ajaib: “Ho..ho…hoo.. Tuan ku.. kau telah membebaskanku, maka saya akan menjadi budakmu dan mengabulkan semua permintaanmu.”

Aladdin dan Ibunya segera meminta makanan, karena mereka sedang kelaparan. Tak lama kemudian Jin itu mengabulkan permohonan tersebut dan keluarlah makanan lezat diatas meja.

Aladdin dan Ibunya

Aladin dan ibu memakan makanannya hingga kenyang. Ibu menjual piring peraknya di pasar dan membeli kebutuhan untuk hidup. 

Suatu hari Aladin sedang berjalan di pasar bersama Abu (kera). Tiba-tiba dia mendengar pengumuman.

Prajurit: “Segera tutup tokonya dan bersihkan jalan!. Siapapun yang melihat ke arah Sang Putri akan dipenggal.”

Aladin: “Putri? Aku belum melihatnya. Hari ini aku akan melihatnya.”

Aladin bersembunyi di tumpukan tong, kemudian datanglah tandus dan Putri terlihat di balik tirai. Aladin terpesona dengan kecantikannya.

Aladin: “Dia adalah gadis tercantik yang pernah kulihat. Aku akan menikahinya.”

Dia berlari menuju rumahnya dan menceritakan pada ibu tentang cintanya. Ibunya Aladin kaget mendengar cerita Aladin tersebut. 

Ibu Aladin: “Bagaimana kau bisa berpikir kau akan menikahi Sang Putri? Sang Sultan akan memukul mu nanti.”

Aladdin: “Aku siap untuk itu. Ibu hanya perlu pergi ke istana dan bawakan lamaran ku. Bawakan beberapa perhiasan dan buah sebagai hadiah.”

Ibu mengambil beberapa perhiasan buah dan membungkusnya dengan kain sutra. Dia pergi menuju ke Sang Sultan. Sultan terkejut dengan kedatangan wanita miskin itu.

Sultan: “Biarkan dia masuk prajurit. Mau apa kau kesini.?”

Ibu Aladin: “Aku datang kesini mau melamar putrimu untuk anakku. Anakku telah jatuh cinta pada putrimu itu.”

Sultan: “Hahahah.. itu akan menjadi penghinaan untuk putriku untuk hidup dengan anakmu. Dan apa yang kau bawa itu..?”

Ibu Aladin: “Ini berlian Tuan..”

Sultan: “Waooo.. Aku terkesan. Aku belum pernah melihat perhiasan cantik di dalam hidupku. Tapi sebelum aku menerima lamaran, anakmu harus membuktikan dirinya. Katakan padanya untuk membawa 40 baki dengan permata yang sama. 2 budak yang memakai pakaian terbaik harus membawa masing-masing piring emas.

Ibu Aladin: “Baiklah Yang Mulia.”

Ibu pulang ke rumah dan memberitahu Aladdin tentang syarat dari Sultan. Aladin menggosok lampu dan meminta pada apa yang Sultan minta. Jin mempersembahkan budak yang banyak dan perhiasan di atas piring emas.

Cerita Aladdin bahasa indonesia

Ibunya Aladin pergi menuju istana dan memberikan hadiah itu.

Sultan: “Wah.. kau membuatku terkesan lagi. Tapi anakmu harus membangun istana yang megah untuk hidup bersama putriku.”

Ibu pulang ke rumah dan memberitahu Aladin syarat dari Sultan. Dengan segera dia menggosok lampu ajaib dan memberitahu keinginannya kepada jin. Jin lalu membangun istana yang megah dalam satu malam.

Istana itu terlihat dari jendela Sultan. Jin membentangkan karpet dari istana Aladin menuju istana Sultan.

Aladin: “Kerja bagus Jin.. Sekarang berikan aku pakaian mewah dan kuda yang gagah untuk ditunggangi.”

Jin Lampu Ajaib: “Hohoho.. iya Tuan. Apapun permintaanmu.”

Jin mendadaninya dengan pakaian yang terbaik. Aladin pergi menuju istana Sultan dengan kuda putih yang gagah.

Sultan: “Senang melihatmu anak muda. Kau telah membuktikan dirimu, kau berhak atas putriku sebagai istrimu. Aku umumkan pernikahan kalian, mulailah bersiap-siap.”

Aladin dan Putri menikah dengan senang. Kerajaan dipenuhi dengan kesenangan dan kebahagiaan. Pernikahan itu menjadikan Aladdin terkenal di seluruh negeri dan kerajaan. Sang penyihir pun mendengar tentang pernikahan itu dan Aladdin yang tiba-tiba kaya.

Penyihir: “Bagaimana anak itu bisa keluar dari gua? Dia pasti mencuri lampu ajaib ku untuk menambah kekayaan. Akan ku beri dia pelajaran.!”

Penyihir pergi menuju istana Aladin, dia menyamar sebagai penjual lampu. Dia menuju ke istana Aladin dengan tawaran yang sangat menggiurkan. Aladin sedang tidak ada di rumah pada saat itu.

Penyihir: “Apakah ada yang mau menukar lampu tua dengan lampu baru? “

Sang Putri: “Aladin pasti senang kalau kau mengejutkan nya dengan lampu baru. Dia menggunakan lampu itu sudah lama sekali.”

Dia membawa lampu ajaib itu dan langsung menukarnya. Sang penyihir segera menggosok lampu itu dan memanggil Jin.

Jin Lampu Ajaib: “Hai Tuan. Katakan permintaanmu. Aku budakmu saat kau memegang lampu itu.”

Penyihir: “Pindahkan istana ini bersama sang Putri ke tempat yang jauh di padang pasir, di mana tidak akan ada yang menemukan istana ini.”

Akhir Cerita Aladdin dan Lampu Ajaib

Dengan ajaib Istana itu menghilang, Sultan melihat dari jendela bahwa istana Aladin telah menghilang dari tempatnya.

Sultan kemudian memerintahkan Aladdin untuk datang ke istananya. Dan segera mencari putrinya. Karena kalau tidak ditemukan dalam waktu 4 hari, Aladdin akan dipenggal.

Aladdin sudah berkeliling di seluruh kerajaan selama 3 hari tapi tidak dapat menemukan Sang Putri di mana pun. Aladdin kemudian meminta bantuan pada cincin ajaib itu untuk bertemu Sang Putri.

Lalu kemudian dia berada di istananya, di sebuah padang pasir luas dan hanya ada istananya saja. Dia menyelinap masuk dan menemukan Sang Putri di kamarnya. Mereka berdua berpelukan dan menangis menceritakan semua kejadian nya.

Dongeng Aladdin dan Lampu Ajaib
Dongeng Aladdin dan Lampu Ajaib

Aladdin: “Jangan khawatir. Aku punya rencana untuk kabur dari sini.”

Aladin berbisik kepada Putri dan memberikan botol yang berisi racun. Kemudian Putri Jasmin memberikan racun itu kepada penyihir jahat itu di dalam minumanya. Sang penyihir pun datang menemui Sang Putri.

Putri Jasmine: “Oh sayangku.. kenapa kau tidak minum jus yang sudah aku buat ini.”

Penyihir: “Ratuku…Aku telah menunggumu lama sekali. Berikan minuman itu.”

Penyihir: “Apakah semua terlihat gelap disini..? (penyihir sambil minum jus yang berisi racun).”

Kelopak mata sang penyihir itu pelan-pelan tertutup dan kemudian jatuh pinsan di meja. Aladdin kemudian keluar dan mengambil lampu ajaib dari jaketnya.

Kemudian Aladdin meminta kepada jin lampu ajaib untuk mengembalikan Istana ini beserta Istrinya kembali ke Istana Sultan. Dan Aladdin memperintahkan Jin untuk menjauhkan penyihir itu sejauh mungkin hingga tidak terlagi lagi.

Jin lampu ajaib mendengar yang mereka katakana dan segera mengabulkanya untuk kembali ke Istana Sultan. Melihat keberanian Aladdin, sang Sultan menawarkan dia mahkotanya. Sebuah pemahkotaan yang megah telah diadakan untuk Aladdin. Mereka hidup bahagia untuk selamanya.

Cerita Dongeng Aladdin dan Lampu Ajaib Bahasa Indonesia Full Lengkap
4.4 (88%) 5 votes

Bagikan ya :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *