Cerita Dongeng Ande Ande Lumut (Jawa Timur) + Gambar dan Percakapan

Diposting pada
5/5 (1)

Ande-ande lumut merupakan tokoh utama dari dongeng cerita rakyat Jawa timur. Cerita ini memiliki berbagai versi, namun yang paling dikenal adalah kisah asmara antara Panji Asmara Bangun (Ande-ande Lumut) dan Dewi Sekartaji (Klenting Kuning).

Cerita Ande Ande Lumut yang melibatkan yuyu raksasa yang bernama Yuyu Kankang ini sangat menarik dibacakan untuk anak sebelum tidur.

Seperti apa kisah perjalanan Dewi Sekartaji bertemu Panji Asama Banung yang dipisahkan karena peperangan antar kerajaan. Langsung saja kita simak cerita bergambar berikut ini.

Dongeng Ande Ande Lumut

Dahulu kala berdirilah dua kerajaan besar di wilayah Jawa Timur, yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri. Kerajaan Jenggala dipimpin oleh Raja Jayanegara dan Kerajaan Kediri dipimpin oleh Raja Jayagrana.

Untuk mempersatukan kedua kerajaan dan menghindari peperangan, maka dijalin lah sebuah ikatan pernikahan antara Panji Asmara Bangun (Putra Raja Jenggala) dengan Dewi Sekartaji (Putri Raja Kediri).

Cerita ande ande lumut

Suatu hari, Kerajaan Jenggala diserang musuh. Ketika pertempuran berlangsung, Dewi Sekartaji melarikan diri.

Dia menyamar sebagai gadis desa dan tinggal dengan seorang janda dengan tiga orang putrinya yaitu klenting Abang, klenting ijo dan klenting biru.

Dewi Sekartaji diangkat menjadi anak dan diberi nama klenting kuning, namun klenting kuning tidak diperlakukan dengan baik.

Dongeng Ande Ande Lumut

Klenting Abang: “Hei Klentin Kuning! Cuci semua bajuku ini.”

Kelnting Biru: “Cuci juga selendang ku ini. Awas.. pokoknya harus bersih ya..”

Klenting Kuning: “Baa…Baik kak..”

Setiap hari ia disuruh mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci, memasak dan membersihkan rumah. Ketiga Kakak angkatnya sangat pemalas, mereka bisanya hanya menyuruh saja.

Kerajaan Jenggala telah kembali aman, Panji Asmara Bangun telah berhasil mengalahkan musuhnya yang menyerangnya. Tapi ia sedih karena Dewi Sekartaji telah meninggalkan istana.

Panji Asmara pun bertekad untuk mencarinya, ia mengerahkan para pengawal untuk mencari keberadaan Dewi Sekartaji.

Selama beberapa waktu seorang pengawal mengabarkan, ia bertemu seorang gadis yang mirip dengan Dewi Sekartaji di sebuah desa. Panji Asmara Bangun berangkat ke desa Dadapan, desa itu berseberangan dengan desa di mana klenting kuning tinggal.

Cerita rakyat ande ande lumut

Panji Asmara tinggal dirumah Mbok Randha, ia menjadi anak angkatnya dan menyamar sebagai Ande Ande Lumut yang sedang mencari jodoh. Berita tentang Ande Ande Lumut mencari jodoh segera tersebar.

Kelnting Abang, Klenting Ijo dan Klenting Biru berdandan secantik cantiknya untuk melamar Ande Ande Lumut. Tak lupa mereka memakai perhiasan dan pakaian yang bagus.

Klenting kuning

Klenting Biru: “Hei Klenting Kuning! Kamu tidak usah ikut melamar. Kamu pergi saja kesungai cuci semua baju kotor itu.”

Klenting Kuning: “Baik kak..”

Mereka pun segera berangkat. Klenting Kuning segera pergi ke sungai untuk mencuci, tiba-tiba datanglah seekor burung bangau dan memberinya sebuah cambuk.

Klenting Kuning: “Eh ada burung bangau.”

Burung Bangau: “Hai Klenting Kuning.”

Klenting Kuning: “Apaa… kau bisa bicara..Mau apa kau menemui ku?”

Burung Bangau: “Iya Klenting Kuning, pergilah melamar Ande Ande Lumut agar kamu dapat bertemu dengan Panji Asmara Bangun dan bawalah cambuk ini.”

Klenting Kuning pun bergegas pergi ke desa Dadapan. Sementara itu Ibu dan ketiga Kakak angkatnya sudah sampai di tepi sungai. Mereka bingung tak ada satupun perahu yang tampak, jembatan juga tak ada.

Lalu bagaimana mereka menyeberang, sungai itu luas, dalam dan deras arusnya. Tiba-tiba muncul seekor kepiting raksasa bernama Yuyu Kangkang.

Yuyu Kangkang: “Wahai manusia.. Sedang apa gerangan di tepi sungai.?”

Klenting Abang: “Kami mau ke sebrang sungai..”

Yuyu Kangkang: “Saya akan membantumu tpi dengan syarat kalian harus mencium ku terlebih dahulu.”

Klenting Abang, Klenting Ijo dan Klenting Biru: “Ehhh… Baiklah. Apapun demi pangeranku.”

Kepiting itu menawarkan diri untuk membantu menyeberangi sungai dengan syarat mereka harus mencium Yuyu Kangkang. Mereka menyanggupi persyaratan itu, satu persatu mereka naik kepunggung Yuyu Kangkang untuk menyebrangi sungai.

Beberapa saat kemudian, sampailah Klenting Kuning di tepi sungai, Ia pun bertemu dengan Yuyu Kangkang. Yuyu Kangkang menawarkan jasa untuk menyeberangkan dengan syarat Klenting Kuning harus menciumnya.

Yuyu Kangkang: “Wahai manusia… apakah kau ingin ke sebrang sungai ini? Saya akan bantu tapi kamu harus cium aku terlebih dahulu.”

Klenting Kuning: “Tidak mau!! Sebrangkan aku sekarang tanpa syarat itu..”

Klenting Kuning menolak saat itu, ia memaksa Yuyu Kangkang untuk memberangkatkan nya tanpa syarat itu. Yuyu Kangkang tidak mau menyebrangkan.

Kesabaran Klenting Kuning sudah habis, ia keluarkan cambuk dan memukulkannya ke sungai. Seketika itu juga air sungai surut. Yuyu Kangkang ketakutan, akhirnya ia mau membantu Klenting kuning menyeberangi sungai.

Klenting Kuning segera naik ke punggung Yuyu Kangkang dan sampailah ia ke seberang sungai. Ibu dan ketiga Kakak angkatnya lebih dulu sampai di rumah Mbok randha.

Secara bergantian klenting Abang, klenting Ijo dan Klenting Biru menunjukkan kecantikannya pada Ande Ande Lumut, tetapi tak satupun dari mereka yang terpilih. Mereka telah mencium Yuyu Kangkang.

Beberapa saat kemudian tibalah Klenting Kuning dirumah Mbok randha. Ande Ande Lumut memilih Klenting Kuning sebagai istrinya karena dia tahu bahwa Klenting Kuning adalah Dewi Sekartaji dan dialah satu-satunya wanita yang tidak mencium Yuyu Kangkang.

Baca juga : Cerita dongeng keong mas

Ande Ande Lumut membongkar penyamarannya, diceritakannya dirinya adalah Panji Asmara Bangun. Akhirnya Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji telah berkumpul kembali. Mereka mengajak Mbok Randha untuk tinggal di istana sebagai ucapan terima kasih, mereka pun hidup bahagia.

TAMAT…

Incoming search terms:

Berikan Nilai Anda

Bagikan ya :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *